Medical Hypnosis untuk TAKUT Cabut Gigi
RSIA Permata Cibubur

Dari sekian banyak penanganan hipnoterapi yang saya laksanakan, saya teringat pada kasus yang terjadi pada mahasiswa kedokteran, istri dan seorang teman yang berkenalan di sebuah acara saat saya diundang untuk pemaparan dan atraksi panggung hypnosis. Hypnosis sangat berkembang saat ini, kegunaan yang dapat dimanfaatkan bagi semua usia, sejak anak sampai lanjut usia, malah seusia janinpun yang masih dalam kandungan sudah dapat dilakukan hypnosis, akan terbit pada artikel mendatang.
Kembali pada ingatan saya pada kasus yang terjadi pada mahasiswa, istri saya dan teman tadi, kasus sakit gigi dan mesti dicabut giginya.
Saya mulai kasus pertama, mahasiswa saya.
Ketika saya menjabat Kordinator Pendidikan Bagian Kebidanan, seorang mahasiswi datang kepada saya dengan wajah penuh dengan ekspresi sakit dan ketika ditanya tentang keperluannya mahasiswi ini mengatakan bahwa dia memohon izin untuk pulang karena sakit. Sakit apa? Gigi saya dok. Kenapa gigi kamu? Bolong dok. Oke, boleh saya lihat? Saya periksa dengan seksama dan hasilnya……memang berlubang parah di gigi paling belakang bawah.  Wah bolong seperti ini sih mesti dicabut (odontektomi),  sudah periksa di poli gigi? Sudah. Terus? Iya disuruh cabut dok. Terus? Saya TAKUT dok, kan operasinya besar dan posisi gigi saya parah, operasi besar dok. Oh kamu takut…..? Saya bilang kalau kamu pulang hari ini absensimu bermasalah, berpengaruh dan kamu tidak bisa ujian, bagaimana kalau saya hypnotherapy dan berani cabut gigi, supaya nyaman, tidak sakit, dll sehingga kamu bisa meneruskan pendidikanmu? Mahasiswi ini mau dan singkatnya, tanpa nyeri apapun, tindakan apapun, tanpa bengkak seperti operasi gigi lainnya, cerita yang seru dan dahsyatnya, luka sembuh total keesokan harinya. Ajaib.
Kasus kedua, istri saya.
Suatu saat istri saya mengatakan bahwa giginya bermasalah dan dianjurkan untuk cabut gigi oleh dokter giginya. Jadwal pencabutan sudah ditentukan dan minta saya mengantarnya pada hari H nya. Siap. Pada hari H kami berangkat pagi-pagi ke salah satu tempat pencabutan gigi yang besar di daerah Benhil-Senayan. Pusat Pendidikan Kedokteran Gigi. Sesampainya disana, setelah melakukan proses administrasi kami menunggu di ruang tunggu. Tidak banyak pasien pada jam tersebut, masih pagi, hanya ada seorang anak kecil dan seorang berseragam militer dan kami berdua.
Sesaat pasien pertama, anak kecil, dipanggil masuk ruangan poli. Anak kecil itu masuk dan selanjutnya Bapak Berseragam dipanggil juga untuk masuk. Tinggal kami berdua di ruang tunggu itu. Suasana tenang sekali dan sesekali lewat beberapa orang ke poli yang lain.
Tiba-tiba suasana semula tenang menjadi berubah tatkala anak kecil tadi keluar dengan menangis, rupanya habis cabut gigi juga. Ada perubahan yang terjadi pada istri saya sambil berkata, aduh…pasti sakit banget deh, ah ga jadi deh cabutnya, pasti sakit tuh. Saya bilang, ah dia kan anak kecil, biasa tuh anak kecil…..nanti sehabis minum obat juga hilang sakitnya,oke?! Akhirnya istri saya jadi tenang kembali, sempat berkata juga bahwa nanti dia akan minta dokternya benar-benar suntik obatnya lebih banyak supaya tidak sakit. Tak berapa lama kemudian keluar juga dari poli, Bapak yang berseragam tadi, sambil meringis dan sedikit menangis, sambil memegang pipi dan rahangnya. Melihat keadaan dan kondisi seperti itu istri saya mendadak langsung bertanya, kenapa Pak? Sakit? Bapak diapain? Bapak itu bilang sambil meringis dengan rahang yang bengkak, ada kassa didalam mulutnya, cabut gigi Bu, sakit waktu seperti ditusuk dan disayat. Hah disayat? Aduh pulang aja yuk, sambil narik tangan saya. Bapak itu ngomong lagi, sedikit kog sakitnya Bu. Hah pasti sakit, bapak yang tentara aja nangis begitu, kog tentara nangis, pasti sakit kan, kalo anak kecil sih biasa…..ah udah deh pulang aja deh, saya ga jadi cabut gigi. TAKUT SAKIT. Ayo pulang.
Saya bilang, kan udah bayar, kamu mau pelihara sakitnya itu dan bisa menjalar ke tempat lain, ayolah,  ada obat penghilang sakitnya, nanti kita cari obat yang paling bagus. Akhirnya istri saya bilang, ayo deh hypno aja deh, kan bisa menghilangkan sakit. Saya berkata dan tertawa dalam hati, akhirnya dia mau juga, sebab sejak belajar hypno saya tidak pernah menawarkan hypno untuknya, tunggu sampai ada permintaan atau butuh. Dan akhirnya istriku saya berikan hypnotherapy, Hypno-Dontics namanya. Singkatnya, operasi selesai lebih lebih cepat, tanpa bengkak, tanpa nyeri/ sakit sejak dicabut sampai sembuh total, tanpa perdarahan, sembuh lebih cepat dari biasanya. Luar biasa. Dalam hati saya, kenapa tidak sekalian 4 giginya sekaligus, biar irit biayanya…..hahaha
Kasus ketiga.
Seperti biasa saat selesai sebuah acara penyuluhan, seminar atau pentas, ada beberapa yang meminta tolong untuk menghypno dirinya, saat itu juga, untuk keperluan mendadak. Ada seorang peserta di sebuah acara Outbond dan pentas saya memohon untuk menghypno dirinya yang akan dicabut gigi 2 hari lagi. Apakah mungkin dok? Kan dokter tidak ada disaat saya cabut gigi? Saya TAKUT. Setelah mendengar penjelasan singkat dari saya, akhirnya saya lakukan program hypno-dontics untuk ibu ini, program untuk tindakan 2 hari kemudian dan hari-hari selanjutnya selama proses penyembuhan. Singkat cerita, saya menerima kabar pada hari sesudah dilakukan operasi pencabutan, via SMS: makasih yah pak, barusan saya cabut gigi ga berasa apa2. Cuma kerasa pipi tebal, tadi sih deg2an selama operasi, tapi saya sama sekali ga berasa apa2, disuntik, dibor, dijahit gitu, pegel aja mulut mangap, hehe”  
Para pembaca yang baik dan mulia,
TAKUT, ketakutan merupakan reaksi normal yang bisa terjadi pada siapapun di dunia ini, kecil sampai dewasa, karena takut lalu menghindar merupakan reaksi normal, tapi karena takut lalu menghindar dari masalah yang nantinya membuat masalah baru bagi dirinya, terutama kesehatannya? Masalah itu yang sebaiknya dikenal dengan sudut pandang lain, melihat ketakutan menjadi suatu sumber kekuatan baru, kemampuan baru untuk mengatasi masalah. Banyak orang bilang, sulit, susah, berat. Ingat, bila berpikir susah maka jadilah susah. Lebih baik mengatakan “bagaimana caranya”? Jawabnya, mari kita latihan untuk bisa memandang masalah dengan kacamata yang lain, sudut pandang lain, yang melihat segala sesuatu masalah ada jalan keluar, solusi, sudut pandang yang melihat segala sesuatunya indah bila kita melakukan sesuatu. Action.
Ada sebuah kutipan dari penulis Notes from Qatar, dari http://muhammadassad.wordpress.com/ “Vision without action is only a dream, action without vision is only merely passing out of time, but vision with action can definitely change the world!”
Hypnotherapy hanya salah satu cara saja untuk mencapai, melihat dan merasakan semua kebaikan, kemudahan, kebahagiaan, yang semuanya indah pada waktuNya.
Salam sehat dan bahagia
Dr. Stephanus “Ivan” Nurdin, MCHt, CI
Doctor In Black @ Your Mind Designer